Gun's Blog

Just another WordPress.com weblog

Lowongan Kerja

Ditengah-tengah pencarian lapangan kerja saat ini, ada satu lowongan yang sering muncul di iklan lowongan pekerjaan dikoran. Apakah itu ?

“Dibutuhkan banyak pengemudi taxi Blue Bird. Penghasilan hingga 4,5 juta/bulan”.

Iklan yang menarik. Disaat buruh melakukan aksi demonstrasi kenaikan UMR 2,2 juta/bulan ternyata ada pekerjaan yang penghasilannya di atas UMR.

Penasaran dengan iklan ini saya memcoba menelusuri kebenaran iklan ini ke salah satu pool Blue Bird di Narogong, Bekasi. Jalan Siliwangi no. 5.

Memasuki areal pool G, saat lapor di security saya diminta buka pakaian untuk pemeriksaan tato. Calon pengemudi dilarang bertato atau tindik.

Hmmh, seleksi awal yang sangat ketat dan cukup efektif untuk menyaring pengemudi, disaat banyak terjadi kasus perampokan dalam taxi.

Selanjutnya diminta mengisi form aplikasi, lalu keterampilan mengemudi dan pengetahuan jalan-jalan di Jakarta.

Maret 19, 2013 Posted by | Uncategorized | , , | Tinggalkan komentar

….CLOSED….

Setelah 20 bulan fight berbisnis kuliner rumah makan, akhirnya dengan sangat terpaksa Pondok Rasa Cimandiri ditutup. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman ini:

1. faktor lokasi menjadi pertimbanganan yang sangat menentukan dalam membuka usaha rumah makan. Ruko Cimandiri yang terletak di timur Graha Asri ini masih butuh 2 – 3 tahun lagi untuk menjadi ramai trafik pengunjung.

2. keluar masuk karyawan mempengaruhi operasional usaha, disaat kita sudah bersiap memasuki tahap berikutnya dengan strategi marketing yang baru terpaksa turun ke level awal lagi: mencari karyawan.

3. cash flow harus mencapai kestabilan minimal dalam 3 bulan. Lebih dari waktu ini akan terasa sekali menggerogoti keuangan dapur.

Berikut ini tahapan penting yang telah dilakukan dalam usaha rumah makan ini.

masuk dalam komunitas yang tepat, pembentukan master mind cikarang.

jumlah pelanggan mulai meningkat

expansi teras rumah makan

April 2011, Pondok Rasa Cimandiri tutup

Dari usaha rumah makan yang sedang dirintis ini ternyata Allah memberikan reziki dalam bentuk lain yaitu anak kedua yang memasuki usia kandungan 2 bulan. Dengan mempertimbangkan hal terakhir ini maka usaha rumah makan untuk sementara ditutup.

20 bulan masa operasional rumah makan menghabiskan biaya kurang lebih 24 juta rupiah. Sebuah ongkos belajar bisnis yang tidak mungkin didapat dari bangku sekolah.

Agustus 14, 2011 Posted by | Bisnis | , | Tinggalkan komentar

Pasar Festival Cikarang

Pasar Festival Cikarang atau “Golf” sudah dikenal sebagai masyarakat Cikarang sebagai pasar mingguan tempat mencari makanan, pakaian, mainan anak atau sekedar cuci mata. Pasar mingguan yang dikelola oleh Jababeka ini sudah 3 kali pindah lokasi, mulai dari Taman Golf Barat, area Movieland dan saat ini di Botanical Garden Tropikana. Saat ini lebih dari 500 pedagang yang mencoba mengadu peruntungan. Banyaknya pedagang yang terdaftar dipengelola menyebabkan sulit bagi pemain baru untuk bisa berjualan disana.

Cikarang Baru yang dikelilingi oleh perumahan dan kawasan industri menjadikan menjadikan sebagai tempat yang potensial untuk usaha.

Suasana pasar festival Cikarang/Golf

Melihat potensial pengunjung yang begitu besar, Ayam Bakar MasGun mencoba untuk bisa berjualan di pasar festival tsb. Setelah melalui perjuangan panjang akhirnya mulai 14 November Ayam Bakar MasGun mulai jualan di Golf.

 

Lapak seadanya, rasa tetap terjaga.

Lokasi ngelapak yang cukup jauh dari rumah ini kita menggunakan sepeda motor sebagai alat angkut. 1 meja makan dan 1 meja kompor alhamdulillah bisa terangkut. Selepas solat subuh sekitar jam 04.30 mulai mengangkut peralatan ngelapak diiringi gerimis. Dengan 2 motor semuanya bisa terangkut dengan 2 kali bolak-balik dari rumah ke pasar festival. Tak terasa hari udah terang, lapak yang lain sudah siap jualan kita masih sibuk pasang tenda, maklum yang pertama kali pasti terasa berat karena belum terbiasa dengan suasana baru.

Waktu menunjukkan jam 06.00,  penjual makanan yang lain sudah mulai kedatangan pembeli, sementara kita belum ada yang beli. Istriku yang saat itu ikut menjaga lapak sempet down juga, takut dagangannya tidak laku. Begitu juga dengan 2 orang karyawan yang membantu, merasa cemas. Namun saya tetap yakin dagangan pasti terjual. Penghuni Cikarang Baru yang baru pulang jogging maupun bersepeda sengaja mampir ke pasar festival ini untuk sekedar sarapan. Jam 06.30 akhirnya ada seorang ibu bersama keluarganya mampir memesan 6 potong ayam bakar. Alhamdulillah, akhirnya rezeki itu datang juga. Ketika aroma ayam bakar mulai tercium si Ibu menambah pesanannya menjadi 8 potong.

satu porsi ayam bakar siap dihidangkan

Pukul 10.00 dari 52 potong ayam yang kami bawa tersisa 3 potong. Karena pengunjung mulai sepi akhirnya kami berkemas untuk pulang.

 

Laris manis tanjung kimpul, dagangan habis duit ngumpul, saatnya pulang.

November 26, 2010 Posted by | Bisnis, Kegiatan | , | 2 Komentar

Spanduk Warung Nasi

Tak diragukan lagi, spanduk atau banner merupakan salah satu sarana promosi yang sangat penting dalam menjalankan aktifitas bisnis. Setidaknya dengan gambar atau tulisan yang berukuran besar bisa menarik perhatian prospek yang melintas tempat usaha tersebut.

Pada awal pembukaan usaha warung nasi, spanduk pondok rasa cimandiri didesign oleh Pak Wawan pemilik netcomm berukuran 3 x 1 m.

spanduk warung nasi sewaktu pertama kali buka

Seiring perjalanan waktu, setelah 1 tahun berjalan spanduk yang menghiasi warung ini mulai usang karena diterpa panas dan hujan. Dengan program photoshop, dibuatlah design spanduk yang baru. Setelah mengutak-atik seharian, diperoleh beberapa design. Dari 2 design tersebut diambil satu yang full color yang mampu menarik perhatian orang yang lewat dalam hitungan kurang dari 1 detik.

Inilah spanduk warung nasi yang baru

Dengan background mujaer pesmol yang berwarna kuning dan ulukutek oncom serta ayam bakar, spanduk ini mampu menjadikan orang yang melintasi depan warung ini tidak memalingkan mata beberapa kejap.

Spanduk baru yang cantik bertengger didepan warung

Namun tampilan tambahan bangunan juga masih memerlukan sedikit sentuhan akhir, seperti pernis atau cat pada tiang bambu. Juga rumput didepannya perlu dirapikan.

November 2, 2010 Posted by | Uncategorized | | 1 Komentar

Pengaruh Papan Penunjuk Arah terhadap Omzet

Judul postingan kali ini agak sedikit berbau “penelitian ilmiah” dibanding sebelumnya. Tapi memang ini yang akan saya coba untuk mengetahui seberapa efektif spanduk atau papan penunjuk arah.

Subject       : RM Pondok Rasa Cimandiri

Tujuan        : Memperbesar pangsa pasar dari perumahan sekitar Graha Asri Cimandiri – Cipaganti

Lokasi         : Jl. Cimandiri 2D Blok V1 No.5

Pelanggan : Karyawan bengkel ruko sekitar dan beberapa pengunjung yang melewati  jalan tsb.

Dibelakang tiang listrik ini ada pertigaan ke arah kiri

Kira kira pasang papan penunjuk arah warungnya sebelah mana ya? Tiang listrik, tiang telepon atau pohon angsana?

Untuk pembuatan papan penunjuk arah ini hanya bermodalkan label spot light yang dijual dipinggir jalan. Cukup dengan 10 ribu untuk 5 kotak. Papannya sendiri menggunakan polycarbonate bekas yang diperoleh dari bengkel depan warung. Setelah dibuat master huruf menggunakan kertas berpetak, langsung dipola diatas spot light berwarna hitam membentuk kata “fyi, 50 m warung nasi“.

Hasilnya adalah seperti ini.

Papan penunjuk arah dipasang dipohon angsana tepat didepan pertigaan jalan Cimandiri 2A

Waktu pengamatan           :  1 bulan

Hari pertama setelah terpasang papan tsb, seorang karyawan bengkel nanya : Ada warung nasi baru bermerek fyi ya, dimana?

Satu bulan kemudian……

Setelah mengamati kegiatan warung nasi selama sebulan, ternyata ada 5 orang pelanggan baru yang berkunjung dan melakukan transaksi. Yang cukup menggembirakan adalah saat pertama datang pelanggan tsb beli makanan dibungkus, seminggu kemudian datang lagi bertiga bersama keluarganya makan ditempat.  Papan penunjuk arah ada 2, yang pertama diletakan 50 m dekat pertigaan dan 100 meter di bundaran Cisanggiri.

Oktober 11, 2010 Posted by | Bisnis | , | Tinggalkan komentar

Liburan di Pantai Anyer

Sudah menjadi tradisi setiap lebaran selalu menyempatkan mengunjungi orang tua. Hari pertama dengan keluarga di Bogor, hari berikutnya ke Anyer. Setelah berlebaran di Bogor kamipun menyambangi mertua dan keluarga istri di Anyer.

Select your bike, untuk track lurus Bogor - Anyer, pilih Jupiter Z 2007 merah

Berangkat dari Bogor jam 8.00 dengan Jupiter Z, begitu keluar dari Perum Bantarjati ke jalan Pajajaran mampir dulu ke pom bensin isi pertamax 20rebu-eun. Jalur yang ditempuh lewat jalan baru Parung. Jalanan tidak begitu padat masih bisa lari 80 kpj (padahal speedometernya mati). Mendekati pertigaan Ciseeng laju motor diperlambat, rencananya mau lewat Ciseeng tembus ke Gunung Sindur. Lagi asyik-asiknya melaju santai disusul oleh Thunder warna biru dan smash, ya udah ada temen konvoi bertiga kejar-kejaran. Berhubung kita boncengan bertiga sedangkan mereka sendiri- sendiri akhirnya kita berada diposisi belakang. Mendekati wisata air panas Ciseeng jalanan sedikit macet.

Dipertigaan Gunung Sindur sedikit macet karena angkot yang ngetem seenaknya, untung gak panjang cuma 300 meteran. Kembali melaju melewati Puspitek Pamulang. Eh penumpang dibelakang bilang haus, akhirnya berhenti sejenak beli minuman. Memasuki BSD jalanannya lebar makin asyik buat tancap gas.

Memasuki jalan raya Serang, Balaraja jalanan semakin ramai, banyak juga pengendara motor yang searah ke Cilegon. Mendekati daerah Cikande penunjuk tangki bensin hampir menyentuh garis merah. Sambil tengak-tengok kali aja ada pom bensin yang jual pertamax, rupanya jarang ada pom bensin yang jual pertamax. Terpaksa isi premium di Ciruas.

Berhubung Anyer itu daerah wisata, kebutulan pas liburan panjang bisa dipastikan kalo lewat Cilegon biasanya macet, kami ambil jalur timur. Sebetulnya jalur ini untuk jalan tol tapi belum dioperasikan untuk umum. Jalurnya masuknya sebelah PCI/Pondok Cilegon Indah. Kalo keluar dari tol Cilegon Timur pas setelah lampu merah PCI.

Jalur ini masih sepi, hanya ada beberapa pengendara sepeda motor sepanjang perjalanan. Nampaknya jalur ini belum diketahui banyak orang. Keluar dekat Polsek Ciwandan. Begitu masuk jalan raya Anyer kemacetan langsung menyergap.  Akhirnya jam 13.00 nyampe Cempaka Putih, Anyer.

Ngambil gambar laut Anyer dari warung pinggir pantai, serasa di Phuket.

September 21, 2010 Posted by | Kegiatan | | Tinggalkan komentar

Masa-masa SMP yang indah

Mungkin judul dan isi postingan gak nyambung. Namun inilah salah satu cara untuk membersihkan SEO negatif dengan keyword SMP.

Bila kita mencari Keyword Anak SMP di Search Engine, yang pertama kita akan temukan web/blog yang tidak senonoh dengan keyword SMP. Hal ini sangatlah memprihatikan kita semua, bagaimana kalau seorang anak SD yang mencari informasi tentang SMP di Search Engine, Apakah mereka bisa menemukan informasi tentang SMP yang mereka cari?

SMP menurut Wikipedia: Sekolah menengah pertama (disingkat SMP;Inggris:Junior High School) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat). Sekolah menengah pertama ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9. Pada tahun ajaran 1994/1995 hingga 2003/2004, sekolah ini pernah disebut sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP).

Di beberapa negara, SMP berlaku sebagai jembatan antara sekolah dasar dengan sekolah menengah atas. Namun istilah tersebut dapat dipergunakan secara berbeda di beberapa negara, kadang-kadang saling berbanding terbalik. Untuk negara-negara yang mempergunakan bahasa Cina, khususnya di Cina, Taiwan dan Hong Kong, juga di Italia (= scuola media), SMP berkonotasi yang sama dengan secondary school.

Umumnya usia Anak SMP merupakan masa remaja awal setelah mereka melalui masa-masa pendidikan di Sekolah Dasar. Usia Remaja awal atau Anak SMP ini berkisar antara 10-14 tahun. Semenjak tahun ajaran 2001, SMP sebagai bagian dari Sistem Pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah setempat yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat melalui Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Saat ini Depdiknas hanya menjadi regulator dalam bidang standar nasional pendidikan.

Supaya ceritanya agak nyambung, kita sambung-sambungin aja ya.

Masa sekolah di SMP penulis dihabiskan di kota Bogor yaitu SMP Negeri 2 Bogor yang terletak di jalan Gedong Sawah. Bila melintas Istana Bogor, biasanya turun di Hotel Salak. Selanjutnya jalan kaki kurang lebih 5 menit baru tiba di SMP. Walaupun kala itu masih era 90-an (1991), kota Bogor sudah terkenal dengan angkotnya yang berwarna hijau.

Bogor kota sejuta angkot

Sudah 10 tahun meninggalkan Bogor namun Bogor tetap semrawut dengan angkot. Hijrah ke Cikarang tahun 2000, ternyata Cikarang juga kota macet. Apalagi Cikarang juga merupakan jalur mudik yang bawa motor ke Jawa, mendekati lebaran ini dipastikan akan menimbulkan kemacetan juga.

Sampai kapan kemacetan Cikarang bisa teratasi?

September 1, 2010 Posted by | Uncategorized | , , | 4 Komentar

“Pa bos, Eko dah gak kerja lg d mas rudy”

Demikian sepenggal sms yang masuk ke hp-ku.

Bulan puasa adalah bulan ramai-ramainya orang berdagang. Namun ternyata bagi pengusaha kuliner bulan puasa kali ini membuat omzet turun drastis.

Sebutlah Eko ini yang biasa membantu alias asisten tukang nasi goreng berjualan dibilangan Lemah Abang, terpaksa harus diberhentikan oleh pengusaha nasi goreng asal Indramayu tsb tanpa pesangon, apalagi THR. Menurutnya pemasukan dari nasi goreng biasanya bisa menghabiskan 10 hingga 15 liter beras, atau sekitar 500 – 700ribu per malam. Selama 2 minggu pertama ini pemasukannya hanya 200ribu/malam.
Begitu juga dengan Pondok Rasa Cimandiri, setelah 2 minggu berjuang mengejar omzet, memasuki minggu ketiga ini akhirnya tutup. Lebih baik menghemat “peluru” untuk “bertempur” lagi setelah lebaran.

Agustus 29, 2010 Posted by | Kegiatan | | 1 Komentar

Ayam Bakar MasGun hadir di JM Cafe

Banner Ayam Bakar

Alhamdulillah, akhirnya Ayam Bakar Pondok Rasa Cimandiri kini bisa dinikmati di JM Cafe. Karena terlalu panjangnya pengucapan Ayam Bakar Pondok Rasa Cimandiri, maka kata tersebut diganti menjadi Ayam Bakar MasGun.  Lebih simple, mudah diingat dan mudah diucapkan.

18 Juli 2010, mulai beroperasi di JM Cafe dari jam 16.30 – 22.00 WIB.

Beberapa komentar pengunjung yang pernah menikmati ayam bakar ini rata-rata rasanya enak, mantap, maknyus.

Untuk membuktikan komentar tsb saya coba kross cek ke bagian dapur, terutama pada saat mencuci piring bekas makannya. Tulang ayam tsb bersih dari dagingnya, bahkan tulang-tulang tsb terlihat retak dan pipih karena bekas gigitan yang mencoba menikmati sumsumnya.

Berangkat dari fakta ini kami buat tagline : nikmat hingga gigitan terakhir…

Bagi Anda yang ingin mencoba kuliner yang satu ini bisa datang ke JM Cafe, Jl. Tarum Barat II, Ruko Pavalion Niaga B2/20 Cikarang.

Sambil menunggu pesanan terhidang Anda bisa menikmati fasilitas free hotspot wifi.

Kurang lebih 5 menit pesanan ayam bakar sudah siap terhidang di meja.

Selain ayam bakar ada juga  siomay, sop buah, sate kelinci, kopi dingin,

Jika Anda datang pada Sabtu malam, JM Cafe menyediakan life musik. Kalo hobi nyanyi silahkan coba dengan iringan musik dan sound yang mantap.

Selanjutnya sedang mempersiapkan menu Nasi Goreng Mewah, menu nasi goreng yang memenangi “lomba bisnis” yang diadakan oleh komunitas TDA.

Datang dan buktikan….

Agustus 5, 2010 Posted by | Bisnis | | 2 Komentar

Silaturrahmi = Opportunity

Memang benar menjalin silaturahmi mempermudah urusan rezeki. Ajang mastermind pada hakekatnya adalah memanjangkan tali silaturahmi antara anggotanya, bergantian menjadi tuan rumah. 30 Mei 2010 lalu Pak Agus kebagian tempat menjadi tuan rumah mastermind. Hadir diantaranya Pak Rui, Pak Mualif, Pak Eko dan Pak Sangadi. Pak Sangadi yang tertarik dengan budidaya kelinci begitu antusias menceritakan kemajuan usaha yang dirintisnya setelah Juni kemarin resmi resign dari kantornya.

Dilain pihak, Pak Rui yang mencoba menambah daya tarik studio dan sekolah musiknya dengan kantin disebelah studionya terkendala dengan pengelola usaha makanannya, yaitu angkringan Jogja. Pemilik angkringan tsb tidak bisa konsisten dengan usahanya, satu minggu buka, satu minggu tutup. Terakhir, satu minggu buka dua minggu tutup. Ini adalah masalah klasik untuk pengusaha kuliner dimanapun yang masih bekerja ditempat lain sehingga urusan usaha ditangani oleh karyawannya. Lain halnya dengan kavling sebelah kiri yang dijalankan Cak Narto, setiap malam ramai pengunjung menikmati menu angkringan sambil lesehan ditempat parkir Ruko Pavilion Niaga.

Entah mengapa Pak Eko berceletuk:  “Kenapa gak diserahkan ke Mas Gun aja buat ngelolanya?”

Semua perhatian peserta mastermind langsungtertuju ke arah saya.

“Gimana Mas Gun, sanggup?” tanya Pak Rui.

Terdiam sejenak, lalu menyanggupi usulan tsb.

Tampak depan JM Music & Studio

Konsepnya adalah tenda kafe ala lesehan. Areal hijau pertokoan yang saat itu tidak terurus,  ditumbuhi rumput setinggi lutut akan dibuatkan  menjadi taman yang asri dengan 5 buah tenda yang bisa dibongkar pasang. Salah satu tenda disediakan khusus bagi pengunjung yang ingin bernyanyi atau bermain musik.  Adanya fasilitas free hotspot dan life music seminggu sekali akan menjadikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Areal hijau dan space yang akan dijadikan kantin/kafe mulai dirapikan

Akhirnya ditetapkan 10 Juli 2010 sebagai launching JM Cafe. Segera kita bergerak cepat.

+++

ditulis juga diblog ini

Juli 9, 2010 Posted by | Kegiatan | , , | 1 Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.