Gun's Blog

Just another WordPress.com weblog

Wisata Bisnis :”Asep Rabbit Project”

Akhirnya tibalah waktu yang dinantikan untuk wisata bisnis ke peternakan kelinci Asep Rabbit, Lembang – Bandung. 3 Juli 2010. Pukul 6.25 sudah sampai di depan Alfa Fikrindo, tempat pemberangkatan tapi teman-teman mmc1 belum nampak hadir. Lalu  jalan terus menengok JM Studio yang sedang dalam proses pengerjaan Cafe yang hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari Alfa Fikrindo. Nampak 5 kavling paving blok tersusun rapi ditaman sebelah JM studio. Tidak berlama-lama kembali lagi ke titik pemberangkatan.

Satu persatu peserta wisata bisnis berdatangan, Pak Agus, Pak Anas dengan membawa gorengan, Pak Rui, Pak Eko, Pak Akur. Pak Sangadi datang hampir terakhir karena terkendala dengan ban motornya yang bocor ditengah jalan. Sementara Sang Ketua Kelas, Pak Mualif datang terakhir hampir jam 8. Tidak menunggu lama rombongan berangkat ke lokasi dengan 2 mobil menyusuri Kalimalang menuju pintu tol Delta Mas lewat tol Cipularang.

Di rest area km 88, co pilot menggantikan Pak Eko yang sejak berangkat seringkali menguap. Walaupun jalan masih pagi tapi kondisi jalanan sudah ramai namun lancar.

Singkatnya cerita tanpa menceritakan macetnya keluar pintu tol pasteur hingga terminal Ledeng, tibalah rombongan di lokasi peternakan pukul 10.50. Tempat parkir yang sempit memaksa kami parkir mepet dinding.

Peserta melihat bagian dalam peternakan Asep rabbit

Tanpa dikomando peserta langsung masuk ke area peternakan yang memang tidak seberapa besar. Peternakan ini memang bukan untuk penggemukan tapi lebih kearah “breeding” untuk menghasilkan bibit kelinci yang terbaik. Dimana seleksi perkawinan kelinci sangat dijaga sekali yang mengharamkan perkawinan sedarah.

Peternakan seukuran ini mempunyai omset 400 juta rupiah

Untuk menjaga kualitas kelinci ini, Pak Asep sangat menjaga asupan nutrisi bagi ternaknya. Nutrisinya dihitung secara cermat dan diformulasikan ke dalam bentuk pakan pelet dengan kandungan protein, kalori, serat yang berimbang.

Kebutuhan akan daging kelinci ini sangat tinggi sementara supply belum mencukupi. Walaupun demikian kelinci yang dihasilkan dari peternakan ini telah menebus pasar ekspor Saudi Arabia, Taiwan, Malaysia dan Singapur dengan kebutuhan rata-rata 40 ton/bulan/negara tujuan.

Tahukah Anda, untuk mendapatkan penghasilan bersih 5juta/bulan hanya diperlukan menjual 100 ekor kelinci dengan perawatan yang tidak terlalu sulit? Kelinci ini sangat cepat sekali perkembangannya. Tahap awal hanya dibutuhkan 10 ekor betina dan 1 ekor jantan. Setelah dikawinkan dan beranak, maka anaknya harus langsung dipisahkan untuk mencegah terjadinya perkawinan sedarah. Dan dalam umur 4 bulan siap dipanen. Namun karena tingginya permintaan kelinci yang berusia 45 hari sudah bisa dijual. Dalam jangka 1 tahun maka sudah bisa menghasilkan 1600 ekor kelinci.

Apa kelebihan daging kelinci dibanding hewan lain?

Menurut penelitian daging kelinci adalah daging terbaik karena lebih mudah diserap tubuh dibanding daging hewan lain. Selain itu daging kelinci juga bisa digunakan untuk mengobati sakit asma.

Sate kelinci dengan bumbu kacang

Awalnya penulis sendiri tidak tega memakan daging kelinci karena masih terbayang imutnya hewan mamalia satu ini. Namun setelah mendengar penjalasan tentang keunggulannya maka tanpa ragu-ragu  penulis pun memesan sate kelinci untuk makan siang hari itu. Udara Lembang yang sejuk dan cenderung dingin sangat cocok dengan minuman bandrek yang menghangatkan tubuh.

About these ads

Juli 5, 2010 - Posted by | Kegiatan, Peluang Usaha | , , ,

3 Komentar »

  1. [...] selengkapnya: Wisata Bisnis :”Asep Rabbit Project” « Gun's Blog Tags: Bisnis, fikrindo, nampak-hadir, peternakan-kelinci, rabbit, tapi-teman-teman, [...]

    Ping balik oleh Wisata Bisnis :”Asep Rabbit Project” « Gun's Blog | Iklan baris langsung pasang tanpa pendaftaran | Juli 5, 2010 | Balas

  2. (in memori 2006)sore itu setelah cukup lelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam lebih dgn motor GLPro’94 dari kota SalaTiga sampai – di Desa tanah kelahiran Bapakku di sebuah emperan toko suatu pasar mataku tertuju tenda penjual sate kelinci, kutawarkan bapakku, Pak mau coba sate kelinci ? langsung saja bapakku meng”iyakan”, langsung saja kupesan 2 porsi + kupatnya. dagingnya sangat empuk dan gurih. Berapa harus kami bayar 2 porsi + 2 gelas teh manis ? hanya 12 belas ribu saja…(kok murah banget ya..sambil mikir ? itulah suatu kehidupan di desa di kaki Gunung Lawu.

    Komentar oleh Ipung | Juli 8, 2010 | Balas

  3. saya sudah membuktikannya kelinci dari pak asep unggul tanpa ada kawin sedarah.dari yang 10ekor sekarang ada 200 indukan.makasih pak asep.’masrian rabbit’ kota pati.082133447171.

    Komentar oleh siling panghudi | Maret 27, 2011 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: