Gun's Blog

Just another WordPress.com weblog

Silaturrahmi = Opportunity

Memang benar menjalin silaturahmi mempermudah urusan rezeki. Ajang mastermind pada hakekatnya adalah memanjangkan tali silaturahmi antara anggotanya, bergantian menjadi tuan rumah. 30 Mei 2010 lalu Pak Agus kebagian tempat menjadi tuan rumah mastermind. Hadir diantaranya Pak Rui, Pak Mualif, Pak Eko dan Pak Sangadi. Pak Sangadi yang tertarik dengan budidaya kelinci begitu antusias menceritakan kemajuan usaha yang dirintisnya setelah Juni kemarin resmi resign dari kantornya.

Dilain pihak, Pak Rui yang mencoba menambah daya tarik studio dan sekolah musiknya dengan kantin disebelah studionya terkendala dengan pengelola usaha makanannya, yaitu angkringan Jogja. Pemilik angkringan tsb tidak bisa konsisten dengan usahanya, satu minggu buka, satu minggu tutup. Terakhir, satu minggu buka dua minggu tutup. Ini adalah masalah klasik untuk pengusaha kuliner dimanapun yang masih bekerja ditempat lain sehingga urusan usaha ditangani oleh karyawannya. Lain halnya dengan kavling sebelah kiri yang dijalankan Cak Narto, setiap malam ramai pengunjung menikmati menu angkringan sambil lesehan ditempat parkir Ruko Pavilion Niaga.

Entah mengapa Pak Eko berceletuk:  “Kenapa gak diserahkan ke Mas Gun aja buat ngelolanya?”

Semua perhatian peserta mastermind langsungtertuju ke arah saya.

“Gimana Mas Gun, sanggup?” tanya Pak Rui.

Terdiam sejenak, lalu menyanggupi usulan tsb.

Tampak depan JM Music & Studio

Konsepnya adalah tenda kafe ala lesehan. Areal hijau pertokoan yang saat itu tidak terurus,  ditumbuhi rumput setinggi lutut akan dibuatkan  menjadi taman yang asri dengan 5 buah tenda yang bisa dibongkar pasang. Salah satu tenda disediakan khusus bagi pengunjung yang ingin bernyanyi atau bermain musik.  Adanya fasilitas free hotspot dan life music seminggu sekali akan menjadikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Areal hijau dan space yang akan dijadikan kantin/kafe mulai dirapikan

Akhirnya ditetapkan 10 Juli 2010 sebagai launching JM Cafe. Segera kita bergerak cepat.

+++

ditulis juga diblog ini

Juli 9, 2010 Posted by | Kegiatan | , , | 1 Komentar

Wisata Bisnis :”Asep Rabbit Project”

Akhirnya tibalah waktu yang dinantikan untuk wisata bisnis ke peternakan kelinci Asep Rabbit, Lembang – Bandung. 3 Juli 2010. Pukul 6.25 sudah sampai di depan Alfa Fikrindo, tempat pemberangkatan tapi teman-teman mmc1 belum nampak hadir. Lalu  jalan terus menengok JM Studio yang sedang dalam proses pengerjaan Cafe yang hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari Alfa Fikrindo. Nampak 5 kavling paving blok tersusun rapi ditaman sebelah JM studio. Tidak berlama-lama kembali lagi ke titik pemberangkatan.

Satu persatu peserta wisata bisnis berdatangan, Pak Agus, Pak Anas dengan membawa gorengan, Pak Rui, Pak Eko, Pak Akur. Pak Sangadi datang hampir terakhir karena terkendala dengan ban motornya yang bocor ditengah jalan. Sementara Sang Ketua Kelas, Pak Mualif datang terakhir hampir jam 8. Tidak menunggu lama rombongan berangkat ke lokasi dengan 2 mobil menyusuri Kalimalang menuju pintu tol Delta Mas lewat tol Cipularang.

Di rest area km 88, co pilot menggantikan Pak Eko yang sejak berangkat seringkali menguap. Walaupun jalan masih pagi tapi kondisi jalanan sudah ramai namun lancar.

Singkatnya cerita tanpa menceritakan macetnya keluar pintu tol pasteur hingga terminal Ledeng, tibalah rombongan di lokasi peternakan pukul 10.50. Tempat parkir yang sempit memaksa kami parkir mepet dinding.

Peserta melihat bagian dalam peternakan Asep rabbit

Tanpa dikomando peserta langsung masuk ke area peternakan yang memang tidak seberapa besar. Peternakan ini memang bukan untuk penggemukan tapi lebih kearah “breeding” untuk menghasilkan bibit kelinci yang terbaik. Dimana seleksi perkawinan kelinci sangat dijaga sekali yang mengharamkan perkawinan sedarah.

Peternakan seukuran ini mempunyai omset 400 juta rupiah

Untuk menjaga kualitas kelinci ini, Pak Asep sangat menjaga asupan nutrisi bagi ternaknya. Nutrisinya dihitung secara cermat dan diformulasikan ke dalam bentuk pakan pelet dengan kandungan protein, kalori, serat yang berimbang.

Kebutuhan akan daging kelinci ini sangat tinggi sementara supply belum mencukupi. Walaupun demikian kelinci yang dihasilkan dari peternakan ini telah menebus pasar ekspor Saudi Arabia, Taiwan, Malaysia dan Singapur dengan kebutuhan rata-rata 40 ton/bulan/negara tujuan.

Tahukah Anda, untuk mendapatkan penghasilan bersih 5juta/bulan hanya diperlukan menjual 100 ekor kelinci dengan perawatan yang tidak terlalu sulit? Kelinci ini sangat cepat sekali perkembangannya. Tahap awal hanya dibutuhkan 10 ekor betina dan 1 ekor jantan. Setelah dikawinkan dan beranak, maka anaknya harus langsung dipisahkan untuk mencegah terjadinya perkawinan sedarah. Dan dalam umur 4 bulan siap dipanen. Namun karena tingginya permintaan kelinci yang berusia 45 hari sudah bisa dijual. Dalam jangka 1 tahun maka sudah bisa menghasilkan 1600 ekor kelinci.

Apa kelebihan daging kelinci dibanding hewan lain?

Menurut penelitian daging kelinci adalah daging terbaik karena lebih mudah diserap tubuh dibanding daging hewan lain. Selain itu daging kelinci juga bisa digunakan untuk mengobati sakit asma.

Sate kelinci dengan bumbu kacang

Awalnya penulis sendiri tidak tega memakan daging kelinci karena masih terbayang imutnya hewan mamalia satu ini. Namun setelah mendengar penjalasan tentang keunggulannya maka tanpa ragu-ragu  penulis pun memesan sate kelinci untuk makan siang hari itu. Udara Lembang yang sejuk dan cenderung dingin sangat cocok dengan minuman bandrek yang menghangatkan tubuh.

Juli 5, 2010 Posted by | Kegiatan, Peluang Usaha | , , , | 3 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.